Langsung ke konten utama

NHW #8 Misi Hidup dan Produktivitas

Alhamdulillah, akhirnya sampai juga pada NHW #8. Tema NHW #8 kali ini intinya sih lebih mengerucutkan kembali kita itu siapa, mau apa, dan mau jadi apa. Bisa dibilang lebih meyakinkan life purpose lah.

Well berikut ulasan misi hidup dan produktivitas saya

Berdasarkan NHW #7, saya demen seneng pun bisa juga jalanin aktivitas semacem creator, entah kenapa suka aja. Semacem ada kepuasan tersendiri kalau udah menciptakan suatu hal. Oleh karena itu ke depannya saya pengen banget menciptakan suatu sistem yang bisa mengembangkan potensi anak sejak dini.

Hal pertama yang akan dan sedang saya lakukan sekarang adalah menggarap daycare bersama salah satu dosen saya. Kita menggarap daycare yang berbasiskan pendidikan holistik dan karakter. Harapannya nanti kita bukan hanya di daycare, namun kita akan kembangkan juga klinik konsultasi perkembangan anak, pelatihan nany, pelatihan orangtua; guru; anak; dll, seminar-seminar parenting, membuat buku-buku parenting, pun merambah bisnis APE (Alat Permainan Edukatif). Kita juga ada rencana untuk mewaralabakan daycare kita dan masuk ke perusahaan-perusahaan, guna meski ibu-ibu bekerja namun bisa tetap ada waktu untuk dekat dengan anaknya. Karena attachment ibu-anak merupakan pondasi berbagai perkembangan penting bagi anak, terutama kecerdasan emosi dan kognitif yang melahirkan karakter.

Intinya, saya pengen andil memiliki sistem untuk in line dalam perkembangan anak, khususnya dalam memetakan potensi anak sejak dini. Melalui daycare, akan dibuat suatu sistem agar anak meyadari secara dini apa bakatnya sehingga orangtua dan anak dapat memetakan potensi anak sejak dini. Oleh karenanya, insya Allah saya akan kuliah di Radboud University jurusan Gifted Education untuk memperdalam ilmu mengembangkan potensi anak ini.

Kalau kata Merry Riana, jangan pernah berdo'a agar Tuhan menyelesaikan permasalahan-permasalahan di dunia ini, namun berdo'a lah kepada Tuhan agar kita bisa menjadi orang yang turut menyelesaikan permasalahan-permasalahan yang ada. Oleh karena itu, diantara sekian banyak permasalahan saya pengen banget bisa kontribusi untuk berada di track anak. Saya ingin membangun karakter anak yang berkualitas sejak dini. Jika karakter anak terbangun dengan baik, pun sejak dini anak mengetahui apa potensinya maka insya Allah masa depan bangsa ini akan jauh lebih baik. Bangsa ini kedepannya akan dibangun dengan orang-orang yang benar-benar passion di bidangnya, mengapa passion? Karena dengan passion ia akan bekerja dengan happy dan hasil yang optimal.

Untuk 5-10 tahun ke depan, saya ingin daycare ini semakin berkembang. Bahkan daycare ini akan menjadi center untuk pengembangan program pembangunan karakter dan memetakan potensi anak sejak dini. Daycare berbasiskan karakter ini akan menyebar ke perusahaan-perusahaan, harapannya meski wanita bekerja ia tetap mampu memiliki waktu yang bukan hanya kualitas namun juga kuantitas dengan anaknya. Kelekatan yang terbangun dengan baik antara ibu-anak benefit terbesarnya adalah terbentuknya kecerdasan emosi dan kognitif yang melahirkan karakter berkualitas bagi anak.

Untuk satu tahun ke depan, karena saya dan dosen saya masih mengembangkan daycare ini maka harapannya pasar daycare berbasis karakter ini bagus dan setidaknya minimal ada satu perusahaan yang bekerjasama dengan kita untuk pengadaan daycare di dalamnya. Selain daycare, klinik konsultasi perkembangan anak bisa berdiri dan memiliki pasar yang sangat baik.

Hamdalah banget dengan kejutan rangkaian rencana Allah ini. Sejujurnya saya nggak pernah menyangka akan bisa menjalankan ini semua. Memang niat ini udah ada sejak saya kuliah, namun saya nggak pernah kepikiran dengan cara seperti apa untuk mewujudkannya. Namun dengan izinNya, Allah bukakan dan Allah mudahkan jalanNya.

Alhamdulillah

Bismillah
Semoga langkah saya ke depannya semakin dimudahkan dan dilancarkan

Aamiin



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Antara Cinta, Sayang, dan Kasihan

Apa alasanmu menikah?
a. Cinta b. Sayang c. Kasihan d. Jawaban a, b, dan c salah
www.sobatcantik.com Oke, sebelum bahas lebih lanjut, sebenernya ini tema talkshowLadies Loungetadi malem di Smart FM. So..bagi saya pribadi sayang banget kalau hal ini enggak dishare, utamanya buat individu yang sedang menimbang-nimbang untuk segera menikah pun yang memilih untuk menunda menikah, karena bagi saya pribadi pernikahan itu ibaratkan organisasi/tim, dimana ketika kedua orang individu dipersatukan dalam ikatan pernikahan, mereka PASTI menginginkan pernikahannya langgeng sampai kakek-nenek, adapun ketidak sesuaian karakter/perlakuan diibaratkan seperti bumbu penyedap yang justru seharusnya akan menjadikan ikatan pernikahan lebih kuat bin survive, yang intinya sebelum memutuskan untuk menikah kita harus menyamakan visi dan misi kita untuk kedepannya, apa yang menjadi harapan, apa yang ingin dicapai setelah menikah, dll.
Kembali ke jalan yang benar
Pernikahan merupakan salah satu keputusan terbesar y…

Bahagianya Menjadi Anak IKK (Ilmu Keluaraga dan Konsumen)

Milih jurusan itu udah kaya milih jodoh, karena salah-salah milih malah bikin pengen cepet-cepet pisah.

Daaann...inilah aku sekarang, di departemen yang sangat aku cintai IKK =*
Masih banyak banget orang di luar sana yang memandang sebelah mata sama jurusanku ini, utamanya ngelihat judulnya yang mungkin ya dirasa sangat simple dan semua orang biasanya melalui tahap itu, keluarga. Eniwei, meski enggak belajar IKK pun banyak yang masih beranggapan kalau keluarga itu bisa banget dipelajari dengan mudah, jadi enggak usahlah buang waktu kuliah buat mempelajari hal yang kayak begini -,-". Ya..namanya juga pendapat orang yang enggak tau, well seenggaknya dengan banyak anggapan seperti itu justru bagiku malah makin penasaran sama jurusan ini, hingga akupun pada akhirnya berpindah haluan dan lebih memilih IKK untuk dipelajari lebih dalam.
Di IKK ngapain sih?
Mungkin itu pertanyaan klise yang ditanyain banyak orang setelah mendengar jurusan yang rada enggak biasa ini. Oke, dari namanya aja …

Between of 2 Type (INTJ-INFJ)

Kenal sama MBTI itu pas kuliah Pengantar Psikologi, dan hasilnya langsung nunjukin kalau saya tipe INTJ. Hmmmhhh... Dan INTJ ini tetep konsisten ada pada diri saya. Pokoknya pas saya nyoba lagi ngisi tes MBTI, hasilnya PASTI INTJ, hingga entah ada angin apa suatu ketika saya iseng ngisi lagi di tempat yang berbeda dan hasilnya berubah jadi INFJ.

Saya di sini nggak akan ngejelasin tetek bengek ciri-ciri INTJ or INFJ itu kayak gimana. Pokoknya kalau penasaran, ya tinggal googling aja. Banyak bangeett ulasan keduanya. Pokoknya di sini saya bakalan ceritain keajaiban menjadi seorang wanita INTJ yang adakalanya berubah jadi INFJ :D.

Entah kenapa dari saya kecil, saya suka ngerasa beda sama temen-temen cewe saya. Beda aja, nggak tau kenapa. Beda karena saya doyan manjat-manjat, nggak suka dipanggil "eneng" (panggilan buat anak cewe Sunda) yang emang kedengerannya feminim banget, suka mikir yang aneh-aneh yang nggak pernah orang lain pikirin (jadi waktu saya TK saya berusaha keras …